"Saat ini untuk mencegah pelaku cuci otak, intel sudah masuk kampus. Tapi masuknya tidak formal atau resmi," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto.
Jaya menyampaikan hal tesebut saat ditemui wartawan usai acara Rapat Peleno Forum Pakta Integritas Jabar di Gedung Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (26/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kena jadi korban itu orang baik dan rajin. Yang gampang (mencari korban) itu di lingkungan kampus," ujar Jaya.
Menurut Jaya, pihak kepolisian terus melakukan deteksi dini sebagai langkah antisipasi kegiatan pelaku cuci otak yang saat ini meresahkan masyarakat. Selain kampus, polisi juga mengawasi sejumlah tempat yang disinyalir rawan aktivitas cuci otak. Namun Jaya enggan membeberkan lokasi-lokasinya.
Saat disinggung apakah selama ini sudah ada kasus korban cuci otak di Kota Bandung, Jaya menjawab belum menerima laporannya.
"Sejauh ini di Bandung belum ada kasus tersebut. Saya belum mendengar laporan terkait adanya korban cuci otak," kata Jaya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan ajakan orang tak dikenal. Apalagi kalau diiming-imingi sesuatu. "Lebih baik menghindar saja. Jangan dituruti," saran Jaya.
(bbp/ern)











































