Hal itu diungkapkan langsung ibu kandung Teddy, Emi Rohaeni (32) saat ditemui di rumah kerabatnya yang tak jauh dari rumah orang tua Teddy. "Tadi pas dilihat, tali yang digunakan adalah tali jemuran di rumah. Pas di cek tali cemujaran di rumah sudah tidak ada," ujar Emi.
Tali jenis tali tambang berwarna orange tersebut, menurut Emi semalam masih terlihat ada di tempatnya. Semalam, kata Emi, Teddy pulang ke rumah bahkan sempat makan. Kemudian Teddy keluar untuk menginap di rumah teman yang masih tetangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emi mengaku sejak semalam pikirannya tidak enak. Dia terus saja menginagat anak pertamanya itu. Teddy merupakan anak pertama dari 4 bersaudara, bapaknya bernama Sumadi (45).
Karena perasaannya tak enak dan hingga pukul 10.00 WIB Teddy tidak juga pulang ke rumah, Emi akhirnya mengecek ke rumah Abay. Namun kata temannnya itu, Teddy keluar mau ke depan (daerah UIN-red).
"Saya tahu kejadian setelah ada ramai-ramai warga datang ke rumah yang mengatakan Teddy gantung diri. Saat itu juga saya langsung ke lokasi. Dan benar anak saya yang gantung diri," katanya.
Ia mengaku tak mengetahui apa motif Teddy hingga nekat mengakhiri hidup dengan cara seperti itu. Menurutnya, di keluarga maupun lingkungan Teddy tidak ada masalah. Apalagi tidak ada petunjuk seperti surat terakhir atau surat wasiat lainnya.
Emi mengatakan anaknya itu sempat bersekolah di SMP PN, namun kemudian putus sekolah sejak kelas 2 SMP. Jenazah Teddy saat ini masih erada di RSHS dan rencananya masih jenazah akan dimakamkan di TPU Dangdeur.
(tya/tya)











































