Sebuah rumah permanen ludes terbakar di Gang Nursijan No 18, RT 3 RW 1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Minggu (24/4/2011), sekitar pukul 12.15 WIB. Rumah lantai satu itu dihuni eks pejuang zaman Jepang, Sumardi (88) dan istrinya, Atikah (66).
Penghuni rumah selamat dalam peristiwa tersebut. Api diduga berasal dari kompor gas yang berada di dapur rumah. Sementara api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Kota Bandung sekitar pukul 13.30 WIB.
Sumardi menuturkan, kebakaran itu bermula saat istrinya sedang memasak tahu. Atikah meninggalkan dapur karena ada pembeli yang mendatangi warungnya. Tanpa sadar saat kembali ke dapur, api sudah membesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kala itu, Atikah sudah berada di luar rumah. Sementara Sumardi yang kesulitan berjalan ini masih berada di dalam. Pria yang mengaku pernah bekerja di Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung sebagai administrasi ini diselamatkan puluhan warga sekitar.
"Saya baru menyelamatkan dokumen seperti akta tanah dan surat penting lainnya. Ada uang 40 juta lebih di dalam lemari yang belum sempat terbawa," ujarnya sambil memegang koper berisi lembaran surat-surat.
Bapak dua anak ini berkisah kalau rumah itu ditempati sejak 1975 dan pernah direnovasi. Kedua anaknya sudah berumahtangga dan pisah rumah. Selama ini rumah yang terbakar itu hanya ditinggali ia dan istrinya.
"Dulu ini saya pejuang di Bandung. Ya, waktu zaman Jepang," ujar Sumardi.
Api yang menghanguskan rumah Sumardi itu diduga kuat berasal dari kompor gas. Belum diketahui kerugian yang dialami korban.Petugas dari Polsek Lengkong dan Tim Identifikasi Polrestabes Bandung masih menyelidiki penyebab kebakaran.
Meski lokasi kejadian berada di tempat padat penduduk, beruntung api tidak menyambar ke rumah sebelahnya. Lima unit mobil Damkar Kota Bandung diterjunkan menjinakkan kobaran si jago merah. Sementar garis polisi sudah terpasang pascakejadian tersebut.
(bbp/ern)











































