Hampir di sepanjang laga, para pemain Persib terburu-buru melakukan serangan ke pertahanan Sriwijaya yang dikawal Supardi, Therry, dan Ahmad Jufrianto. Berkali-kali, para pemain depan Persib terjebak offside.
Selain rapatnya pertahanan Sriwijaya, striker Persib pun mendapat pengawalan ketat sehingga tidak leluasa memainkan bola. Sulit menekan melalui bola-bola bawah, pemain Persib banyak melakukan melalui umpan-umpan panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Sriwijaya FC mampu mengimbangi permainan Persib. Sama-sama memainkan permainan cepat dan terbuka, berkali-kali lini belakang Persib kocar-kacir.
Lewat Budi Sudarsono yang diplot menjadi gelandang dan striker Keith Kayamba, Sriwijaya beberapa kali mengancam gawang Persib. Mengandalkan kecepatan Budi dan Kayamba, pertahanan Persib pun kalang-kabut.
Gilang Angga yang ditempatkan sebagai bek kanan pun sering kewalahan. Sebab, ia harus menjalankan dua fungsi yaitu membantu serangan dan menjaga pertahanan.
Kita tunggu, apakah Persib mampu mempertahankan atau menambah keunggulannya atas Sriwijaya? Atau justru kembali menelan pil pahit di hadapan publiknya sendiri?
Sementara, seluruh tempat duduk di stadion terlihat sudah penuh sesak oleh puluhan ribu bobotoh. Babak kedua pun baru saja dimulai.
(ors/tya)











































