"Dari 43 juta penduduk di seluruh Jabar, terdapat 1,9 persen atau 800 ribu warganya pengguna narkotika. Ini berdasarkan data dari BNN pada 2088," ujar Kepala Bidang Pengendali Operasi BNP Jabar Muhammad Nizar.
Nizar menyampaikan hal tersebut usai menjadi pembicara dalam acara 'Brotherhood Anti Neokolonialisme' yang digelar pecinta sepeda motor tua Brotherhood di Gedung New Majestic, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (21/4/2011). Acara ini juga membahas nilai-nilai kebangsaan dan persatuan NKRI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, narkotika yang beredar di Jabar itu antara lain narkotik jenis ganja, sabu, putau dan ekstasi. Pengguna narkotika tersebut dominan dilakukan warga yang berusia 18 hingga 30 tahun. Bahkan ada juga pengguna berusia 12 hingga 15 tahun.
"Narkotik itu tak mengenal usia dan tingkat ekonomi. Maka jangan sekali-kali menggunakan narkotik," uajranya.
Di Jabar, daerah yang rawan peredaran dan pengguna narkotik antara lain Kota Bandung, Bogor, Bekasi, Tasikmalaya, Depok dan Cirebon.
"Untuk Jabar, paling tinggi itu pengguna narkotik jenis ganja," tutup Nizar.
(bbp/ern)











































