"Nama-nama tokoh Jabar versi publik wilayah III Cirebon yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Tokoh-tokoh yang kami munculkan itu berdasar unsur incumbent, ketua parpol di Jabar dan incumbent di wilayah Cirebon," jelas Direktur Eksekutif Yayasan Komunal Hery Susanto di RM Sindang Reret, Jalan Surapati, Kota Bandung, Rabu (20/4/2011).
Ke-22 tokoh Jabar yang masuk survei itu yakni Dada Rosada, Helmy Faishal, Edi Darnadi, Oo Sutisna, Azhar Aung, Rachmat Yasin, Tate Qomaruddin, PRA Arief Natadiningrat, Subardi, Ano Sutrisno, Aang Hamid Suganda, Sutrisno, Iwan Sulanjana, Amang Syafruddin, Sofyan Yahya, Ella Giri Komala, Ginanjar Kartasasmita, Rudi Harsa Tanaya, Irianto MS Syafiuddin, Dedi Supardi, Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nama Dada Rosada muncul karena saat survei itu ada warga yang memasukan di kolom kosong. "Jadi, warga di Cirebon itu ada juga yang memilih Dada. Kalau dari popularitasnya dari hasil survei yang kami lakukan hanya 3,83 persen," papar Hery.
Hery mengatakan survei di lapangan dilakukan sejak 15 hingga 20 Maret 2011. Populasi survei ialah 4.835.209 pemilih yang terdaftar dalam Data Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2099 se-wilayah III Cirebon meliputi Wilayah III Cirebon itu meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.
Ia menambahkan, responden terpilih mewakili pemilih yang diwawancara (kuesioner) lewat tatap muka oleh pewawancara yang dilatih. Pemilihan sampel, kata dia, ditetapkan dengan metode Multistage Random Sampling.
"Jumlah responden ditetapkan sebanyak 600 responden. Dengan toleransi kesalahn (margin of error) sebesar sekitar 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari 134 kecamatan dan 1.164 desa-kelurahan yang diambil secara random," ujar Hery.
(bbn/ern)










































