"Kami akan selidiki. Satuan Serse yang nanti bertugas mengusut siapa penerornya. Ada lima saksi yang diminta keterangan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto di BEC, Rabu (13/4/2011).
Jaya mengatakan, saksi itu antara lain petugas office boy yang menemukan kertas ancaman bom serta seorang receptionis yang menerima telepon bernada ancaman serupa. "Belum diketahui peneror menggunakan nomor telepon jenis apa. Ini sedang kami selidiki," ujar Jaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Center Manager BEC, Audrey Kurnia, mengatakan akibat sempat ditutup sejak pukul 17.30 WIB, para tenant mengalami kerugian.
"Tapi saya belum bisa memberikan keterangan berapa kerugiannya," ujar Audrey ditemui di tempat sama.
Ia menjelaskan, setiap harinya BEC mulai beraktivitas pukul 10.00 WIB hingga tutup pukul 21.00 WIB. Pengunjung weekday bisa menembus lebih 30 ribu orang. "Kalau weekend lebih dari 50 ribu pengunjung," ujarnya.
Pascakejadian ancaman bom tersebut, Audrey memastikan aktivitas di BEC bakal berlangsung seperti biasa. Para tenant pun tidak merasa resah.
"Saya yakin hal ini tidak akan mengurangi jumlah pengunjung. Sementara itu para tenant juga tidak komplain. Mereka tenant yang baik dan menyadari kalau keselamatan jiwa lebih diutamakan," jelas Audrey.
(bbp/ern)











































