Di perkantoran Pemkab Bandung, ulat ditemukan di perpustakaan dan kantor dinas koperasi perindustrian dan perdagangan. Sementara di Desa Ciluluk, di rumah penduduk.
Lebih dari 100 ekor ulat bulu ditemukan dari dua lokasi tersebut pada Senin (11/4/2011) dan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Tisna, ulat yang ditemukan di sekitar kawasan Pemkab Bandung merupakan jenis ulat ucing (kucing - red). Sementara di kawasan Cikancung, ulat yang ditemukan berjenis ulat sinanangkeup.
Secara jumlah, Tisna mengatakan ulat bulu yang ada belum banyak. "Kalau dibandingkan daerah lain, ulat di Kabupaten Bandung jumlahnya bisa dibilang sedikit. Itu juga sudah langsung ditangani hari itu juga," katanya.
Khusus untuk pemusnahan, Tisna mengaku hanya melakukannya secara manual, yakni dengan cara dibakar. Sebab, masyarakat setempat tidak mau Disperhutbun melakukan pemusnahan dengan cara penyemprotan insektisida.
"Masyarakat enggak mau pembasmian ulatnya disemprot (insektisida). Mereka inisiatif sendiri melakukannya dengan cara dibakar," ungkapnya.
(ors/ern)










































