"Di Libya, Yaman itu memang ada tenaga kerja kita (asal Jabar-red) di sana. Tetapi tidak terlalu banyak, karena bukan negara tujuan utama," ujarnya.
Mustafa menyebutkan negara tujuan utama tenaga kerja asal Jabar yaitu Saudi Arabia. Jumlah tenaga kerja yang dikirim ke Saudi Arabia total mencapai 600 ribu. "Kalau yang ke Lybia dan Yaman paling hanya 12 persen dari jumlah itu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini koordinasi kita dengan atase-atase ketenagakerjaan masih tetap berjalan dan ini akan terus dipantau secara seksama," tuturnya.
Ia pun menyebut sudah ada tenaga kerja yang dipulangkan dari Lybia dan Yaman yang sudah kembali pulang. Bukan hanya karena faktor keamanan, namun juga karena urusan kontrak.
"Ada yang dipulangkan. Tapi yang masih di sana keamanannya terjamin. Yang pulang tidak banyak, masih dibawah 200 tenaga kerja," tutupnya.
(tya/ern)










































