"Kita sengaja lakukan pendekatan biar para pemain lebih terbuka. Sehingga ganjalan atau masalah yang ada bisa diselesaikan sedini mungkin," ujar Agus saat ditemui di Wisma Sehat, Jalan Pahlawan, Selasa (5/4/2011).
Menurut Agus, para pemainnya saat ini jauh lebih rileks dibanding saat masih ada pelatih kepala. Sebab, sambung dia, para pemain memiliki kedekatan dengan tim pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menuturkan, sepanjang pengalamannya bermain sebagai pesepakbola, biasanya pemain lebih sering curhat dengan masseur atau pembantu umum di tim, tidak kepada pelatih.
Hal itu, kata dia, jadi sesuatu yang ingin dikikis di tubuh timnya. Sehingga, para pemain bisa melepaskan semua beban yang dirasakan jika memiliki masalah agar tidak mengganggu saat bertanding.
"Kita juga yakin pemain enggak akan macam-macam meski dekat sama pelatih. Malah bagus untuk kondisi tim," terangnya.
Agus menambahkan, hal itu perlu dilakukan sebab pemain merupakan salah satu penentu keberhasilan tim di lapangan.
"Saat pertandingan, peran pelatih hanya satu persen, sisanya peran pemain. Makanya pemain perlu berada dalam kondisi yang enak secara tim," papar Agus.
(orb/bbp)










































