Menurut Andi, saat kejadian, ia tengah solat di kamar. Istrinya, Atikah (56), tengah memasak air di dapur di atas hawu. Atikah meninggalkan dapur, untuk menenangkan cucunya yang sedang rewel.
Namun saat Atikah kembali ke dapur, api sudah membakar dinding dapur. "Saya dengar istri saya teriak-teriak, pak kebakaran pak kebakaran," tutur Andi menirukan teriakan istrinya.
Api semakin membesar. Akhirnya Andi dan istri serta anggota rumah lainnya berlari ke luar rumah. Tak lama berselang, tiga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian. Namun rumah semi permanen ukuran 6x8 meter itu tak bisa diselamatkan, kini hanya tinggal puing-puing saja.
"Barang-barang yang terbakar, ada dua buah mesin jahit milik anak saya yang penjahit, mesin obras, kain-kain, dan padi seberat 7 kwintal. Ya kerugian sekitar Rp 70 juta," tutur Andi.
Hingga pukul 15.10 WIB, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan di lokasi.
(ern/ern)











































