Kota Bandung mengalami krisis ketersedian kantong mayat. Sudah setahun terakhir ini, kantong mayat di Palang Merah Indonesia (PMI) Bandung mengalami kekosongan.
"Kosongnya sudah setahun. Alasan kami tak mengajukan tahun lalu karena kami keterbatasan dana. Jadi, kami selama ini hanya meminta kantong mayat dari PMI Kabupaten Bandung," ujar Kepala Bidang Pelayanan Markas PMI Kota Bandung, Eddy Sutjipto, saat berbincang bersama detikbandung via ponsel, Senin (4/4/2011).
Menurut Eddy, fungsi kantong mayat itu digunakan bila ada korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas, bencana alam atau lainnya. Ia menambahkan, kebutuhan PMI Kota Bandung untuk per tahun yakni 150 kantong mayat. Jumlah tersebut tidak termasuk kejadian bencana yang menewaskan banyak orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy menjelaskan, kantong mayat selain membeli sendiri juga bisa didapat dari PMI Pusat melalui proses pengajuan. Untuk mendapatkannya, sambung Eddy, pihaknya terlebih dahulu mengajukan ke Pemprov Jabar. Setelah itu, Pemprov Jabar melalui bagian penaggulangan bencana melanjutkan ke PMI Pusat.
"Karena dana belum ada, kita ngajukan ke pusat melalui Pemprov. Kami sudah mengajukan ke Pemprov Jabar sejak Februari 2011. Namun hingga hari ini kami mendapat informasi kapan kantong mayat dari PMI Pusat bisa diambil. Belum terealisasinya urusan tersebut mungking karena saat ini baru ada perubahan kepengurusan badan penanggulangan bencana," ujarnya.
Lebih lanjut Eddy memaparkan kalau stok kantong mayat di PMI Pusat masih melimpah dan banyak yang tak terpakai. Stok itu merupakan sisa dari bencana Tsunami di Aceh, beberapa tahun lalu.
(bbp/ern)











































