Namun temuan granat tersebut baru dilaporkan ke polisi pada pukul 17.00 WIB, Minggu (3/4/2011). Alhasil, kedatangan polisi pun membuat warga ramai berkumpul untuk menonton.
"Ibu enggak tau, dikirain bukan granat. Dulu nemunya di kebun waktu nyangkul mau nanam singkong," ujar Ade saat ditemui di rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena enggak tau ya dibawa ke rumah. Kalau tau itu granat mah enggak akan dibawa," katanya.
Ia mengaku baru mengetahui barang yang ia bawa tersebut adalah granat beberapa hari lalu. Itu pun diberitahu oleh anak bungsunya Yogi (24).
"Dua hari lalu ibu beres-beres di kamar. Enggak sengaja, Yogi tahu. Yogi bilang sama Ibu, kalau itu granat," katanya.
Setelah diberitahu barang yang ia temukan tersebut adalah granat, barang itu pun kemudian dipindahkan, disimpan di lemari dalam kamar Yogi. Setelah itu baru melapor ke RT setempat dan langsung melapor ke polrestabes Bandung.
Pantauan detikbandung, saat ini puluhan warga masih berkerumun di sekitar lokasi, apalagi hingga saat ini police line belum dipasang. Belasan polisi dari Polrestabes terlihat masih menunggu kedatangan tim Gegana.
Tadi polisi sempat melihat granat yang disimpan di dalam lemari, namun granat tersebut tak dikeluarkan. Sementara itu, penghuni di rumah tersebut terlihat beraktivitas seperti biasa. Posisi kamar Yogi sendiri berada di paviliun.
(tya/tya)










































