"Iya, anak saya sudah meninggal enggak berapa lama setelah wartawan banyak meliput," ujar Parman saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Selasa (29/3/2011).
Parman mengatakan, penyebab kematian anak keduanya itu kemungkinan besar karena kondisinya yang terus menurun dan kritis. "Kondisinya kan memang buruk," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya Nadia, mengalami kelainan bawaan dimana dinding perut tidak terbentuk dengan sempurna. Dokter Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Dikki Drajat mengatakan, dokter tidak bisa langsung melakukan pengembalian usus ke rongga perut karena akan menyebabkan perut mengalami kepadatan. Kalau usus dipaksakan langsung masuk, sambung Dikki, maka akan menekan sekat rongga dada dan perut.
Tim dokter melakukan perawatan di NICU untuk men-support kondisi bayi yang semakin menurun. Selain itu, dokter juga memasang silo, yaitu kantung terbuat dari silikon yang berfungsi menutup bagian usus yang terbuka.
Saat itu dokter mengatakan jika kondisi memungkinkan, akan dilakukan upaya untuk memasukkan kembali usus yang keluar secara bertahap. Caranya dengan mengurangi ukuran silo atau kantung penutup usus.
(tya/bbp)











































