Petugas Inafis Unit Identifikasi Polda Jabar sempat sibuk mencari siapa fotografer yang sempat memegang bungkusan dus hitam tersebut. Setelah dicari-cari, ternyata Iffah Rahmi (22) yang merupakan fotografer di salah satu media nasional. Dia mengaku sempat menyentuh dus tersebut saat memotret.
Iffah yang sudah meninggalkan lapangan Saparua pun diminta kembali datang untuk dimintai sidik jarinya. Setelah datang, Iffah langsung diminta membubuhkan sidik jarinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Iffah saja yang dimintai sidik jarinya, seorang petugas dari Tim Gegana Polda Jabar yang tadi mengeksekusi paket tersebut juga diambil cetak sidik jarinya.
"Karena kan dia juga memegang paket itu. Tapi data dua orang itu tidak dikirimkan ke Mabes Polri, hanya dijadikan sebagai pegangan," terang petugas itu.
Sementara itu, Iffah mengaku tak sengaja menyentuh paket tersebut saat memotret. "Sepertinya tadi tersentuh pas mau lihat tulisan di paket itu," ungkapnya.
Sebuah kotak hitam berupa paket diduga bom ditemukan olehh pedagang cendol di sekitar Masjid Persis, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Jumat (25/3/2011), sekitar pukul 11.00 WIB. Paket itu ditujukan kepada Ketua PP Persis Maman Abdurahman. Tidak tidak ada identitas pengirim di bungkusan itu.
Setelah diurai Tim Gegana Polda Jabar di lapang Saparua, Jalan Saparua, Bandung, ternyata paket tersebut berisi rangkaian bom. Namun di dalam paket tidak ditemukan bahan peledak. Benda-benda rangkaian bom itu yakni dua buah lampu masing-masing ukuran 20 watt dan 5 watt, tiga buah rangkaian pipa beserta kabel hitam merah, sebuah kepala jam tangan, tiga buah korek api gas ukuran kecil dan satu buah korek api gas ukuran besar.
(tya/bbp)











































