"Tadi sudah diledakan dengan alat khusus Jihandak Gegana Polda Jabar. Isi kotak memang rangkaian bom. Ada timer dan pemicunya," jelas Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami di lapangan Sapatrua, Kota Bandung, Jumat (25/3/2011).
Ia menuturkan, paket tersebut diledakan dan diurai petugas Tim Gegana Polda Jabar di tengah lapangan Saparua, Jalan Saparua, sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, petugas membawa benda mencurigakan itu dari sekitar Masjid Persis, Jalan Viaduct. Namun pantauan detikbandung tidak terdengar adanya suara ledakan meski kotak tersebut terkoyak.
Menurut Endang, isi dalam paket itu ditemukan satu buah jam tangan, tiga buah pipa ukuran kecil yang didalamnya ada tiga korek gas, kabel hitam dan merah di setiap pipa tapi tak saling terhubung. Selain itu, ada juga dua lampu masing-masing 20 watt dan 5 watt.
"Tim Jihandak Gegana Polda Jabar mengatakan benda-benda itu sudah merupakan rangkain bom. Tapi memang di dalamnya tidak ada bahan peledaknya. Tapi dari korek gas saja itu bisa memicu ledakan," jelas Endang.
Sebuah benda mencurigakan diduga bom ditemukan di sekitar Masjid Persis Pusat, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Jumat (25/3/2011), sekitar pukul 11.00 WIB. Paket itu ditujukan kepada Ketua PP Persis Maman Abdurahman. Namun tidak ditemukan identitas pengirim di bungkusan itu. (bbp/ern)











































