"Keinginan Pak Umuh yang minta warga Jabar beli saham Persib, memang itu juga keinginan kami. Konsorsium memang ingin ke depan PT PBB go public, namun syaratnya perusahaan harus untung. Ya bursa saham juga mikir kalau Persib ingin go public. Lah masih rugi sampai sekarang," ujar Ari saat menelepon detikbandung, Rabu (23/3/2011).
Ari mengungkapkan pada tahun lalu, Persib mengalami kerugian Rp 13,5 miliar dan tahun ini diprediksi Rp 10 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk pembiayaan operasional perusahaan dan tim selama setahun yang diperkirakan sekitar Rp 25 miliar, berupa pinjaman lunak dari konsorsium.
Pemegang saham mau menyuntikkan dana ke Persib, menurut Ari, karena potensi bisnisnya yang besar. "Jadi nolong di sini jangan diartikan para pemegang saham mau buang uang percuma, enggak ada yang mau melakukan itu," tandasnya.
"Kami berharap Persib jadi bagus, kalau sudah bagus bisa menjadi entertaint dan pastinya menguntungkan. Makanya kami melakukan perubahan di direksi. Bahkan enggak hanya Pak Umuh, saya saja nanti per 25 Mei sudah tidak jadi komisaris," tambahnya.
(ern/ern)










































