"Saya sakit hati. Saya salah apa?" ujar Umuh pada wartawan di Stadion Siliwangi kepada wartawan, Selasa (22/3/2011). Umuh mengaku saat perayaan HUT Persib ke-78, Selasa (15/3/2011), ia dipaksa menandatangani surat pengunduran diri sebagai Dirut dan manajer Persib, yang berlaku per 25 Mei 2011.
Dijelaskan Umuh, ia mengaku baru tahu kalau saham PT PBB, 70 persennya dimiliki WNI keturunan. "Saya kaget ternyata 70 persen saham Persib itu dimiliki orang asing, bukan sama orang pribumi. Padahal saya dulu tahunya hanya Glen," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di awal pembentukan PT PBB, kata Umuh, konsorsium awalnya hanya membantu Persib, bukan memiliki saham seperti saat ini.
"Demi Allah, awalnya mereka (konsorsium - red) itu hanya membantu, kalau Persib maju, semuanya. Jadi bukan membeli atau menguasai seperti sekarang," jelasnya.
Menurutnya konsorsium sudah menguasai Persib dan hanya menjadikannya ladang bisnis. "Persib itu sudah 78 tahun, milik masyarakat yang tidak ternilai harganya. Kalau PT PBB kan baru 1,5 tahun," ungkapnya.
Tidak ternilainya harga Persib, sambung Umuh, karena sebelum dikelola PT PBB, 'Maung Bandung' dibiayai dana APBD.
"Sebelumnya Persib dibiayai APBD. Itu kan uang rakyat, modal rakyat. Makanya Persib tidak ternilai harganya," tandasnya. Saking kesalnya dengan konsorsium, Umuh mengaku sengaja tak mengundang pihak konsorsium saat perayaan HUT Persib ke-78.
(ors/ern)











































