Dipaksa Mundur, Umuh Mengaku Sakit Hati

Persib Kisruh

Dipaksa Mundur, Umuh Mengaku Sakit Hati

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 18:40 WIB
Dipaksa Mundur, Umuh Mengaku Sakit Hati
Bandung - Umuh Muhtar mengaku sakit hati karena dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dirut PT PBB sekaligus manajer Persib. Ia pun mengaku tak terima ternyata saham Persib mayoritas dimiliki oleh WNI keturunan.

"Saya sakit hati. Saya salah apa?" ujar Umuh pada wartawan di Stadion Siliwangi kepada wartawan, Selasa (22/3/2011). Umuh mengaku saat perayaan HUT Persib ke-78, Selasa (15/3/2011), ia dipaksa menandatangani surat pengunduran diri sebagai Dirut dan manajer Persib, yang berlaku per 25 Mei 2011.

Dijelaskan Umuh, ia mengaku baru tahu kalau saham PT PBB, 70 persennya dimiliki WNI keturunan. "Saya kaget ternyata 70 persen saham Persib itu dimiliki orang asing, bukan sama orang pribumi. Padahal saya dulu tahunya hanya Glen," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa orang Jabar ridho Persib dimiliki orang asing. Mudah-mudahan, saya mengetuk hati masyarakat Jabar untuk bisa membeli saham (milik konsorsium)," tambah dia.

Di awal pembentukan PT PBB, kata Umuh, konsorsium awalnya hanya membantu Persib, bukan memiliki saham seperti saat ini.

"Demi Allah, awalnya mereka (konsorsium - red) itu hanya membantu, kalau Persib maju, semuanya. Jadi bukan membeli atau menguasai seperti sekarang," jelasnya.

Menurutnya konsorsium sudah menguasai Persib dan hanya menjadikannya ladang bisnis. "Persib itu sudah 78 tahun, milik masyarakat yang tidak ternilai harganya. Kalau PT PBB kan baru 1,5 tahun," ungkapnya.

Tidak ternilainya harga Persib, sambung Umuh, karena sebelum dikelola PT PBB, 'Maung Bandung' dibiayai dana APBD.

"Sebelumnya Persib dibiayai APBD. Itu kan uang rakyat, modal rakyat. Makanya Persib tidak ternilai harganya," tandasnya. Saking kesalnya dengan konsorsium, Umuh mengaku sengaja tak mengundang pihak konsorsium saat perayaan HUT Persib ke-78.

(ors/ern)


Berita Terkait