Aksi unjuk rasa ini tepat dilakukan di depan gerbang pabrik. Massa membawa sekitar sepuluh bendera Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Tak hanya itu, massa juga membawa poster dari kardus karton, yang isinya antara lain "Tolak PHK".
Menurut Wawan, salah satu karyawan, aksi ini dilakukan karena salah satu karyawan di-PHK secara sepihak serta dilaporkan ke Polrestabes Bandung dengan alasan pencemaran nama baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemecatan Sutrisno, kata dia, berawal dari laporan Sutrisno ke Disnakertrans Jabar mengenai tindakan perusahaan yang mengekang kebebasan berserikat serta pembongkaran tempat ibadah di area pabrik. Tak hanya itu, Sutrisno juga melaporkan intervensi personalia terhadap dokter poliklinik pabrik.
"Jadi dokter takut mengeluarkan surat istirahat pada karyawan, karena katanya takut sama perusahaan," ungkap Wawan.
Laporan tersebut, kata Wawan, dibalas perusahaan dengan pemecatan terhadap Sutrisno dan pelaporan pencemaran nama baik kepada Polrestabes Bandung.
Karena itu, jelas Wawan, karyawan menuntut perusahaan untuk mempekerjakan kembali Sutrisno dan mencabut laporan pidana ke Polrestabes Bandung.
Tak hanya Sutrisno, kata Wawan, delapan karyawan kontrak juga diputus kontraknya. Padahal salah satu karyawan sedang hamil. Padahal aturannya, sambung dia, karyawan yang sedang hamil tak boleh di-PHK.
Demo ini diwarnai dengan atraksi kesenian Benjang dari pedemo. Akibat demo ini, ruas jalan di Jalan AH Nasution tersendat. Hingga pukul 10.30 WIB, aksi masih berlangsung. Rencananya aksi mogok yang dilakukan sejak kemarin ini, akan digelar hingga besok, Rabu (23/13/2011).
(ern/bbp)










































