Kriminolog Unpad: Harus Ada Early Warning System untuk Bom

Kriminolog Unpad: Harus Ada Early Warning System untuk Bom

- detikNews
Minggu, 20 Mar 2011 12:01 WIB
Bandung - Kriminolog Universitas Padjadjaran Yesmil Anwar menilai aksi teror buku yang marak akhir-akhir ini membuat masyarakat menjadi waspada. Namun di satu sisi, masyarakat pun menjadi ketakutan. Karena itu, Yesmil menyatakan dibutuhkan early warning system untuk aksi teror bom.

"Positifnya, dengan maraknya bom akhir-akhir ini membuat masyarakat sekarang hati-hati. Negatifnya masyarakat menjadi takut," ujar Yesmil saat dihubungi melalui telepon, Minggu (20/3/2011).

Menurutnya sikap masyarakat yang menjadi waspada dengan melaporkan jika menemukan atau mendapatkan paket atau benda mencurigakan, itu sudah bagus. Memang harusnya seperti itu. "Tapi selama ini kan, warga tidak tahu bagaimana cara melapor. Ini karena lagi ramai saja," cetusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di negara maju seperti Belanda, contoh Yesmil, warga di sana sudah mempunyai protap menangani temuan benda atau paket yang tidak dikenali. "Jadi kalau ada benda yang tidak jelas pengirimnya atau tidak jelas punya siapa, di sana langsung diserahkan ke polisi. Karena sudah ada protapnya. Nah di sini belum ada," katanya.

Aparat penegak hukum, menurutnya, baru bergerak jika sudah ada insiden. Ketidaksiapan aparat penegak hukum tersebut, kata Yesmil, membuat masyarakat menjadi parno. "Masyarakat di kita tidak diedukasi untuk menghadapi teror kaya begini, makanya menjadi parno.

Ke depan, kata Yesmil, dibutuhkan early warning system jika ada bom. "Masyarakat harus sudah mulai diedukasi agar tak menjadi takut, namun waspada," kata Yesmil.

(ern/ern)


Berita Terkait