"Kalau saya cek ke lapangan, catnya itu kotor. Jadi bukan luntur," kata Kepala DBMP Kota Bandung Iming Ahmad.
Iming menyampaikan hal tersebut saat menggelar jumpa pers di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (18/3/2011).
Menurut Iming, penyebab cat jalur sepeda kotor karena tingginya volume kendaraan roda dua dan empat yang bersiliweran di Kota Bandung. Jalur sepeda pun sering dilintasi kendaraan.
"Kotornya cat itu karena ada gesekan ban atau kendaraan yang ngerem," jelas Iming.
Ia mengatakan, cat dengan kualitas apapun pasti bakal mengalami kotor atau luntur dalam waktu tertentu. "Jangan di jalan yang setiap hari diinjak atau dilintasi kendaraan. Cat tembok saja cepat rusak," ujarnya.
Iming menambahkan, ada beberapa titik jalur sepeda yang kini catnya mengalami luntur. Salah satunya di kawasan Jalan Ir H Djuanda atau Dago. Ia berencana akan kembali mengecat ulang jalur sepeda. Di beberapa titik, kata Iming, pengecatan ulang sudah dilakukan.
(bbp/avi)











































