Sekitar 10 orang perwakilan massa Eep sekitar 10.45 WIB, Selasa (15/3/2011), diizinkan masuk untuk lobi dengan Suryo Atmono, Kepala Penerangan dan Hukum Kejati Jabar. Kepada massa perwakilan Eep, Suryo meminta dialog dilakukan di dalam ruangan. Namun massa menolaknya.
"Kami terima dengan baik tawaran dari bapak, tapi tanpa mengurangi rasa hormat, kami tolak. Kami minta dialog di luar, biar tengah-tengah, dialog di halaman kejaksaan saja, biar terlihat oleh warga Subang yang datang dan warga Bandung," ujar salah seorang pedemo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tak juga mengalami kata sepakat, akhirnya Suryo meninggalkan massa. Namun tak beberapa lama kemudian, Aspidsus Kejati Jabar Slamet Riyadi keluar dan langsung ke halaman.
Di halaman kejaksaan, melalui pengeras suara ia meminta Eep untuk datang. Kemudian dijaga ketat oleh belasan massa pendukungnya, Eep masuk melalui pintu gerbang.
Kemudian terjadi cekcok antara massa Eep dan Slamet Riyadi. Massa mempertanyakan surat pemanggilan terhadap Eep, karena mereka mengaku Eep tak menerima surat panggilan tersebut.
"Apakah kalau saya masuk, saya bisa pulang lagi atau pihak kejaksaan akan memaksaan kehendaknya," tanya Eep.
Slamet akhirnya ke dalam Kantor Kejati lagi untuk memperlihatkan surat pemanggilan. Saat Slamet ke dalam, Eep kemudian dibopong oleh beberapa orang untuk meloncati pagar yang kemudian ditangkap massa di luar pagar. Mengetahui Eep sudah keluar, Slamet memanggil lagi Eep. Namun Eep tak mau lagi masuk. Akhirnya Slamet pun masuk kembali.
Saat ini ratusan polisi anti huru hara berseragam lengkap dengan helm dan tameng bersiaga di dalam kejaksaan dan luar kejaksaan. Kendaraan taktis yang awalnya diparkir di belakang kejati, kini berada di depan kejaksaan.
(ern/ern)










































