Menurut Akhmaloka, kedatangannya ke Jepang untuk menghadiri seminar dan penjajakan kerjasama soal nuklir. "Ya kita batalkan saja, meskipun katanya mrk siap," ujar Akhmaloka di sela-sela penandanganan kerjasama dengan PT KA di Gedung Rapim A Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Senin (14/3/2011).
Akhmaloka mengatakan penjajakan kerjasama dengan badan nuklir Jepang diperlukan, mengingat Indoensia akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Ketika disinggung apakah ITB diminta pemerintah untuk pengembangan PLTN ini, Akhmaloka menyatakan belum ada tawaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia mengatakan saat terjadi gempa di Jepang, di ITB tengah dibahas mengenai gempa bumi oleh para ahlinya. "Eh malah terjadi gempa di Jepang, besar lagi," kata dia.
Dia mengungkapkan 11 mahasiswa ITB dari Fakultas Farmasi dan FMIPA di Hokaido diketahui aman. "Belum perlu dipulangkan, kondisi di sana aman," katanya.
(ern/ern)










































