Lapas Banceuy Paling Rawan Peredaran Narkotik di Jabar

Lapas Banceuy Paling Rawan Peredaran Narkotik di Jabar

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 10 Mar 2011 11:50 WIB
Lapas Banceuy Paling Rawan Peredaran Narkotik di Jabar
Bandung -

Wilayah Jawa Barat memiliki dua lembaga pemasyrakatan (lapas) khusus narkotik yakni Lapas Kelas 2 A Gintung Cirebon dan Lapas Banceuy Bandung. Dari dua tempat tersebut, Lapas Banceuy yang paling rawan peredaran beragam jenis narkotik.

Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenkumham Jabar M Nasir Almi saat berbincang bersama detikbandung via ponsel, Kamis (10/3/2011).

"Dari dua lapas narkotik di Jabar, paling rawan saat ini Lapas Banceuy. Beberapa kali kecolongan kasus narkotik," jelas Nasir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nasir, sipir di lapas harus lebih pandai mencegah dan memberantas mafia narkotik di dalam lapas. Saat ini, kata dia, modus penyelundupan serta peredaran beragam jenis narkotik beragam.

"Kejahatan itu kan terus berkembang. Maka petugas harus lebih pandai dan jeli dari pelaku. Kami juga terbuka bila pertugas kepolisian untuk turut menyelidiki dan mengungkap peredaran narkotik di lapas," kata Nasir.

Nasir mencontohkan, barang haram jenis sabu mampu disamarkan dengan cara disembunyikan di dalam bungkus rokok. Kasus lainnya, barang haram itu diselipkan di dalam makanan.

"Pembesuk dari keluarga dan teman napi juga perlu diwaspadai. Tidak menutup kemungkinan narkotik itu diselundupkan pembesuk," terang Nasir.

Terbongkarnya peredaran sabu dan penemuan ganja di Lapas Banceuy dalam beberapa hari, membuat Nasir terkejut. Ia pun berjanji segera membenahi keamanan di lapas-lapas Jabar. "Saya prihatin dengan kejadian tersebut," ungkapnya.

Namun begitu, Nasir lebih menyoroti jumlah personel sipir yang minim di Lapas Banceuy. Kondisi tersebut tentu menjadi celah bagi penyelundup dan pengedar narkotik.

"Di Banceuy, ada dua regu petugas sipir. Satu regu itu terdiri dari 11 sipir. Satu regu ini mesti mengawasi 1.147 warga binaan di Lapas Banceuy. Jelas ini tidak sebanding dan ideal. Mestinya satu regu terdiri dari 30 personel," tuturnya.

Nasir tidak menyebut berapa kasus peredaran dan penyelundupan yang berasal di Lapas Banceuy. Namun berdasarkan catatan detikbandung, sejak 2009 hingga 2011 ini sudah enam kali kasus tersebut terjadi.

- 21 Oktober 2009 : Seorang perempuan Eka Putri (20) menyelundupkan 1.997 pil dextro untuk suaminya, Edi Paryanto (38), yang ditahan di Lapas Banceuy. Modus yang dilakukan Eka yakni menyimpan pil dextro di celana dalam yang dipakainya.

- 3 Juni 2010: Lapas Banceuy berhasil menggagalkan penyelundupan 160 butir pil dextro. Pembesuk yakni Ucu ketahuan oleh petugas pengamanan.

- 30 Agustus 2010: Narapidana Joni Pohan yang mengendalikan sabu dari dalam Lapas Banceuy dengan menggunakan alat bantu berupa handphone. Peredaran sabu ini merupakan sindikat.

- 6 Oktober 2010: Dua pelaku DAF (36) dan DS (31) berusaha mengirimkan sabu ke Lapas Banceuy. Namun aksi mereka keburu digagalkan polisi dari Polsek Sumur Bandung

- 5 Maret 2011: Oknum sipir Lapas Banceuy berinisial CE (54) ditangkap polisi karena menjadi kurir sabu. Selain itu polisi juga menangkap juga seorang napi berinisial NU.

- 9 Maret 2011: Sipir Lapas Narkotika Banceuy yakni Wardi, menenemukan ganja yang dibungkus kotak susu di branggang pos 4 dan 5 Ganja seberat 1 kilogram.

(bbp/avi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads