KASBI Tuntut Pemerintah Peduli Buruh Perempuan

Hari Perempuan Internasional

KASBI Tuntut Pemerintah Peduli Buruh Perempuan

Tya Eka Yulianti - detikNews
Selasa, 08 Mar 2011 11:30 WIB
KASBI Tuntut Pemerintah Peduli Buruh Perempuan
Bandung -

Sekitar 50 orang dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jabar berunjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (8/3/2011). Mereka meminta pemerintah peduli terhadap hak-hak buruh perempuan di Indonesia.

Humas KASBI Bandung, Waginah mengatakan, saat ini kondisi buruh perempuan di Indonesia belum mendapat hak-hak seharusnya. Menurut dia, mayoritas buruh di Indonesia yang bekerja pabrik-pabrik itu hampir 80 persen kaum perempuan.

"Para buruh perempuan tidak dapat mendapat hak semestinya oleh perusahaan. Sperti tidak mendapat cuti haid, cuti hamil, cuti melahirkan dan cuti merawat bayi," kata Waginah di lokasi unjuk rasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KASBI menilai pemberlakukan sistem kontrak yang diterapkan sejumlah perusahan di Indonesia sangat merugikan buruh perempuan. Misalnya, jelas Waginah, saat di tengah masa kontrak ternyata buruh perempuan hamil, maka buruh dikeluarkan secara sepihak.

"Itu sangat merugikan kami. Padahal mereka butuh biaya saat melahirkan nanti," terang Waginah.

Maka itu, KASBI menuntu pemerintah Indonesia untuk memberikan jaminan kesehatan serta pendidikan terhadap kaum buruh. KASBI juga menganggap pemerintahan SBY-Boediono tidak berpihak pada kaum buruh.

Mayoritas pedemo ialah kaum perempuan. Mereka menggunakan kaus merah serta membawa bendera, poster dan spanduk. Poster itu di antaranya bertulis 'Berikan Jaminan Kesehatan dan Pendidikan untuk Rakyat'. Sekitar 10 polwan turut mengamankan demo memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret.

(bbp/bbp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini