Ada dua versi. Dari pihak RS, disebutkan jika Dudi kena luka di bagian kepalanya. Sementara versi polisi, kepala Dudi dipukul benda tumpul hingga mengalami pendarahan.
"Saya dikabari pasien meninggal sekitar pukul 12.33 WIB. Penyebab kematiannya harus ditanyakan pada bagian forensik," ujar Juru Bicara IGD RSHS Melani Chintya dalam pesan singkatnya pada detikbandung. Ia mengaku tengah mengikuti rapat sehingga tidak mengetahui kondisi Dudi lebih jelas.
Namun sebelumnya pada pukul 10.00 WIB Melani sempat menjelaskan kondisi Dudi. "Kondisi Dudi kritis. Masih berada di ruang resusitasi untuk mendapatkan life saving seperti bantuan nafas. Saat datang tadi malam, pasien sudah dalam kondisi tak sadarkan diri," katanya.
Sementara temannya yang lain, Ahmad mendapat luka lembak di leher dan telah dioperasi. Sementara itu, paman korban, Win mengatakan, Dudi telah lama bekerja di bank tersebut.
"Dari sebelum menikah juga sudah kerja disitu. Sekarang saja anaknya udah 5 tahun umurnya," ujarnya di sambil menunggu jenazah korban di kamar mayat RSHS.
Ia pun mengatakan bahwa Dudi merupakan warga Subang, dan selama bekerja, ia tidur di kantor.
(tya/ern)











































