Hal itu dikatakan Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Senin (28/2/2011). "Saar ini masih kita selidiki. Untuk yang menaruh kepala babi kan sudah diketahui. Kalau untuk pelaku pembakaran, kita sudah menjurus ke sana (pelaku-red), ya ada indikasi-indikasinya," jelas Endang.
Namun, kata dia, penyidik tak bisa langsung menyimpulkan dan menuduh seseorang pelakunya. "Kita masih perlu saksi yang menguatkan dan alat bukti yang cukup," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endang menyatakan kasus ini akan terus diselidiki hingga tuntas. Menurutnya tindakan pembakaran, meski dilakukan di lingkungan kampus sudah merupakan tindak kriminal murni. "Ini sudah murni kriminal, ini teror. Pelakunya akan kami terus kejar," tegasnya.
Pada tanggal 16 dan 17 Februari, ada empat titik yang diketahui terbakar yaitu Labtek V lantai 2 depan Lift, Labtek VIII di toilet lantai 1, belakang comlabs dekat saluran AC dan kamar mandi TVST. Namun aksi pembakaran ini terus berlanjut pada 19 dan 20 Februari.
(ern/ern)










































