Arifin bersama George Toisutta mengajukan keberatan dan alasannya secara resmi terhadap keputusan Komite Pemilihan Ketua, Wakil Ketua Umum dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, yang menyatakan keduanya tidak lolos verifikasi pemilihan Ketum PSSI.
"Kalau soal banding itu lawyer yang ngurus dan saya rasa sudah diserahkan Senin kemarin. Kita ikuti saja lah, di sana juga ada komite banding dan informasinya lengkap, bahwa kenapa musti jadi tidak lulus. Itu pertanyaannya," jelas Arifin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya kapan hasil banding akan keluar, ia mengaku belum mengetahuinya. Kemungkinan, kata Arifin, keputusan tersebut bakal keluar dalam waktu satu minggu.
"Ya jadi cape saja. Jadi harus banding begini. Bahwa akan kejadian begini, memang sudah saya prediksi dan antisipasi," tuturnya.
Tapi yakin bisa lolos?
"Insya Allah, harus optimistis," tegas Arifin.
Tekait unjuk rasa menolak Nurdin Halid maju jadi Ketum PSSI yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, Arifin menilai hal tersebut bagian dari suara masyarakat banyak yang ingin perubahan pada tubuh PSSI.
"Menurut saya baik juga. Supaya terasa betul perubahannya memang benar-benar dari bawah dan keinginan dari orang banyak. Bukan sekelompok orang," ungkap
Arifin.
(bbp/arp)











































