Polisi berencana melibatkan ahli bahasa untuk meyelidiki huruf kanji yang ditemukan di dua tempat pembakaran fasilitas kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
Hal tersebut dilakukan guna mengetahui pasti makna atau arti huruf kanji yang ditulis menggunakan spidol tinta hijau di pintu gudang Farmasi yang berlokasi di basement Labtek VII dan tembok kantor Tata Usaha Fisika.
"Tentu kami akan meyelidiki jejak dua tulisan huruf kanji di dua tempat berbeda. Ahli bahasa yang dilibatkan itu dari internal kepolisian atau dari pihak luar seperti lembaga kursus bahasa Jepang," kata Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung apakah huruf kanji yang ditemukan ada kaitannya dengan aksi pembakaran di dua tempat tersebut serta kasus pembakaran sebelumnya di kampus ITB, Endang belum bisa menyimpulkan. "Kami masih mendalaminya," singkat Endang.
Ia menjelaskan, kasus pembakaran di pintu gudang Farmasi sudah 11 saksi yang diperiksa.Β Sementara di Gedung Fisika sudah lima saksi yang diminta keterangan. Semua saksi yang diperiksa itu ialah orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Pelaku pembakaran di kampus ITB makin misterius. Meski kasus ini sudah ditangani polisi, pelaku masih berani melanjutkan terornya.Sabtu dan Minggu (19 dan 20 Februari 2011), dua lokasi di kampus kembali terbakar. Namun berbeda dengan aksi pembakaran sebelumnya, kini pelaku meninggalkan jejak berupa huruf kanji.
Ada beberapa titik yang bertuliskan huruf kanji, pintu gudang farmasi di Labtek VII ditemukan tiga baris huruf kanji dengan menggunakan spidol warna hijau. Selain itu di Gedung Fisika pun ada tulisan kanji dua baris. Tulisannya kanjinya berbeda dengan yang ada di Labtek Farmasi, namun sama menggunakan spidol hijau. Coretan spidol hijau juga terlihat di bagian dinding pengumuman, dekat lokasi terbakar. Diduga pelaku mengetes spidol dengan membuat bulatan di kertas pengumuman.
(bbp/avi)











































