"Tahun 2009, kita mengirimkan sekitar 133 ribu TKI. Tahun 2010 ada sekitar 100 ribu. Dihitung-hitung yang diberangkatkan dan pulang saat ini di sana ada sekitar 600 ribu TKI. Kalau ini dihentikan begitu saja, mereka bisa klenger,"kata Mustafa pada wartawan di Kantor Disnakertrans Jalan Soekarno Hatta, Rabu (16/2/2011).
Menurut Mustafa, tenaga kerja asal Indonesia menjadi favorit para user karena TKI dikenal rajin dan tidak banyak menuntut. "Kalau tenaga kerja dari negara lain, kelebihannya itu karena penguasaan bahasa saja. Tapi kalau TKI itu disukai karena perilaku baik, punya sopan santun dan rajin," katanya.
Kalaupun pengiriman TKI ke Arab Saudi dihentikan, kata Mustafa, masih banyak negara lain yang akan menerima tenaga kerja dari Indonesia. "Kalau benar disetop, ya kita alihkan saja ke negara lain. Masih banyak kok yang mau menerima," katanya.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jeddah mengimbau pengusaha menghentikan perekrutan TKI. Imbauan tersebut dikeluarkan terkait sedikitnya jumlah aplikasi akibat pemberitaan negatif media massa serta kebijakan pemerintah Indonesia yang melakukan pengetatan pengiriman TKI.
(tya/ern)











































