Menurut Konseptor Kereta Batik dari FSRD ITB, Yosef Adiguna, kereta tersebut diberi nama kereta Rahayu Neng Bawono.
"Nama ini artinya sebagai doa keselamatan kereta, sehingga para penumpang kereta bisa mendapat pelayanan yang baik dan keselamatan," ujar Yosef.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuk wayangnya kita sudah ubah sedikit. Burung sendiri melambangkan kedamaian, selendang melambangkan si kereta ini mempersatukan semua jenis masyarakat. Mengapa kita mengambil banyak motif flora juga, karena mencirikan Kota Bandung," ujar Yosef.
Kereta ini dikonsep oleh 5 orang mahasiswa FSRD ITB. Pengerjaan kereta batik ini kurang lebih sekitar 3 hari.
"Ini untuk yang pertama kalinya kami membuat desain untuk kereta api. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami," ungkap Yosef.
Pantauan detikbandung, kereta tersebut berwarna dasar putih. Tampak beberapa motif burung, kupu-kupu, bunga, menghiasi gerbong tersebut dengan berbagai macam warna cerah. Salah satu motif yang paling mencolok adalah motif Wayang Bima yang dimodifikasi.
Para pengunjung yang ada di Stasiun KA ini juga tak mau melewatkan untuk berfoto di depan kereta batik tersebut.
(avi/ern)











































