Dalam rilis yang diterima detikbandung, Senin (14/2/2011), pernyataan tersebut diungkapkan Heryawan untuk menanggapi adanya berbagai gesekan sosial antar umat beragama yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini.
"Pembangunan di Jabar membutuhkan suasana yang kondusif, termasuk di dalamnya kerukunan antar umat beragama. Untuk itu diharapkan semua pihak senantiasa menjaga keharmonisan dengan meningkatkan sikap tenggangrasa, saling menghormati dan memperhatikan aturan yang telah disepakati bersama, termasuk mematuhi perundangan yang berlaku,โ tegas Heryawan usai menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke 24 KH. R. Abdullah Bin Nun pendiri YIC Al Ghazali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW dan haul KH R Abdulah ini Nuh diharapkan akan meneladani, menjadikan contoh bagi kehidupan sehari-hari," ujar
Heryawan.
Hadir dalam acara itu, Wakil Walikota Bogor Achmad Ruโyat, dan Danrem 061 Suryakencana Kol. Inf Doni Monardo. Sedangkan para ulama yang hadir antara lain KH. Muhdas tokoh muslim Betawi, KH. Hamid Husen dari Jakarta, KH. Syakur Yakub dari Cianjur, Al Habib Alwy bin Al Habib Abdurrahman Assegaf dari Jakarta.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan tradisi haul sepatutnya dirayakan setiap tahun, apalagi haul ulama besar seperti KH. R. Abdullah Bin Nuh. Dengan mengingat dan meneladani beliau diharapkan para generasi penerus dapat mencontoh sikap dan semangatnya. "Kita tahu ulama adalah pewaris Nabi. Oleh karena itu, sepautnya kita meneladani dan meneruskan perjuangan almarhum," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Bogor Achmad Ruโyat mengucapkan terimakasih kepada para ulama yamg telah membimbing umat Islam di Kota Bogor. "Saya juga ingin mengajak para ulama, kyai dan habaib untuk terus bergandengan tangan dengan umaro, dalam upaya menciptakan suasana aman dan kondusif di Kota Bogor," katanya.
(tya/ern)










































