Perwakilan KPK menggelar pertemuan tertutup di ruang Wagub Jabar sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB, Kamis (10/2/2011). Dede Yusuf hadir menyambut kedatangan mereka.
"Kita datang ke sini untuk pencegahan, bukan dalam rangka kasus. Kita melakukan kajian sistem, salah satunya berkaitan dengan APBD untuk sepak bola," kata Fungsional Litbang Pencegahan KPK, Erick Rachman saat ditemui wartawan usai pertemuan tersebut di Gedung Sate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari beberapa sumber, Pa Dede (Yusuf) punya konsen terhadap sepak bola. Beliau mendorong Persib yang tadinya amatir jadi profesional dan lepas dari dana APBD. Ya, kita belajar lah," tutur Erick.
Menurut dia, hasil dari pertemuan tadi bakal jadi kajian KPK untuk disampaikan kepada pemerintah. Sebab, tambah Erick, pemerintah berencana merevisi undang-undang keolahragaan dan Permendagri agar klub sepakbola profesional lepas dari dana APBD mulai 2012.
Erick menjelaskan, pemerintah wajib mendorong pembinaan untuk sepak bola termasuk penggunaan dana APBD. Tetapi, kata dia, dana APBD itu tak berlaku untuk klub profesional. "Pemerintah itu wajib mengeluarkan anggaran untuk pembinaa. Tapi betul enggak mekanisme," ucapnya.
Senada diungkapkan Fungsional Litbang Pencegahan KPK lainnya, Wahyu Dewanta. Ia menilai Persib merupakan salah satu klub sepak bola profesional yang berhasil lepas dari pendanaan APBD. Tidak menutup kemungkinan kiprah Persib seperti ini menjadi percontohan bagi klub sepak bola lainnya di Indonesia.
"Kalau ini berhasil, ini jadi success story. Namun apakah akan disampaikan ke klub lain, kita lihat nanti," singkat Wahyu.
(bbp/bbp)










































