"Tentu kita ingin dengan rakor ini, intelijen dapat melakukan deteksi dini terhadap gangguan sosial. Kalau teman-teman intelijen melakukan deteksi dini, kan kita bisa melakukan antisipasi dini kejadian yang tidak diinginkan. Itu kata kuncinya," kata Heryawan kepada wartawan saat ditemui di sela-sela Rapat
Koordinasi Kominda Jabar di Gumilang Regency, Jalan Setiabudi, Rabu (8/2/2011).
Menurut Heryawan, antisipasi dilakukan bukan hanya agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi, melainkan untuk mengantisipasi adanya pikiran buruk
masyarakat akibat emosi atau provokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
lain itu bisa diluruskan dan dikembalikan. Sehingga persoalan di negeri ini tidak sampai pada penyelesaian kekerasan," katanya.
Tak hanya mendeteksi isu SARA saja, intelejen daerah juga diharapkan dapat mendeteksi isu sosial lainnya.
"Bisa isu terorisme, SARA, atau isu gangguan ketertiban masyarakat secara umum. Tidak hanya mendeteksi 1 masalah. Apapaun masalahnya harus dideteksi. Berikan pada user untuk langkah tindakan. Semua informasi dini kalau bisa terselesaikan Insyaalloh Jabar aman," kata Heryawan.
Ia pun menekankan tindakan kekerasan untuk alasan apapun tidak dibenarkan untuk dilakukan. "Marilah selesaikan persoalan yang ada. Dengan cara yang baik, dengan cara yang damai," tuturnya.
Meski begitu, ia mengaku, menjadi beban besar untuk menjaga keamanan di Jabar apalagi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. "Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, sampai saat ini tidak terjadi apa. Bukan karena kita khawatir tapi karena dipicu kejadian di daerah lain Jabar tentu harus ada antisipasi. Karena pandangannya, kalau Jabar aman terkendali yang lain pun aman," katanya.
(tya/ern)










































