Massa datang di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Bojongkoneng Kecamatan Singaparna, Rabu (9/2/2011). Mereka datang dengan mengendarai 1 truk, empat kendaraan roda empat, dan belasan sepeda motor. Massa mengenakan seragam khas FPI, yaitu putih-putih dan mayoritas bersorban.
"Sejak 1992 Ahmadiyah sumber konflik. Selama Ahmadiyah tetap mengaku sebagai agama Islam, sampai kapan pun akan terus terjadi konflik. Ahmadiyah cikal bakal kerusuhan di kalangan umat," ujar Ketua Tanfizd FPI Kota Tasikmalaya Asep.
Asep meminta dewan segera menyampaikan pada presiden untuk membubarkan Ahmadiyah atau diberi nama agama baru. "Kalau tidak ada tindakan apa pun dalam 1x24 jam, jangan salahkan kami jika ada sweeping atau aksi di beberapa daerah kantong Ahmadiyah," ancam Asep.
Dia pun menyebutkan lokasi kantong Ahmadiyah di Kabupaten Tasikmalaya yaitu Tenjowaringin, Kecamatan Salawu; Badakpaeh, di Kecamatan Singaparna; dan Cipasung, Kecamatan Singaparna. "Kami juga akan sweeping seluruh kantong Ahmadiyah di Kota Tasikmalaya," ancamnya.
Informasi yang diperoleh detikcom, tiga masjid yang berada di Tenjowaringin, Badakpaeh, dan Cipasung dijaga ketat oleh polisi, menyusul adanya aksi dari FPI hari ini. Sebelum ke gedung dewan, massa FPI sempat berorasi di depan Masjid Badakpaeh, yang kebetulan dilintasi saat menuju gedung dewan. Namun mereka tak melakukan aksi perusakan di sana.
Dalam beberapa hari terakhir, kekerasan berlatar agama mencuat tajam. Rumah Ahmadiyah diserbu di Pandeglang dan gereja dirusak Temangggung dipicu sidang penistaan agama. Presiden SBY pun meminta agar ormas-ormas anarkis dibubarkan.
(ern/fay)











































