Suasana di tempat duduk VIP Stadion Siliwangi sebelum pertandingan Persib vs Pelita Jaya diwarnai suasana tegang, Minggu (6/2/2011). Ketua Panpel sempat 'semprot' wartawan yang sedang meliput pertandingan tersebut karena disangka bobotoh.
Saat itu, Ketua Panpel Persib, Wahyudin Kartadinata memerintahkan sejumlah orang yang hadir di VIP untuk keluar dari stadion. Laga Persib vs Pelita tidak boleh dihadiri penonton karena Persib terkena hukuman usai menjamu Arema Indonesia, Minggu (23/1/2011) lalu yang berujung rusuh.
"Keluar. Keluar. Pertandingan ini tanpa penonton. Kami sedang diawasi!" teriaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali ini, Wahyudin mempertanyakan kehadiran orang-orang yang berada di kursi duduk yang selama ini ditempati wartawan. "Kamu siapa. Kalau wartawan mana kartu persnya," tanyanya dengan nada tinggi.
Wartawan memperlihatkan tanda pengenal khusus untuk meliput Persib. Tetapi, Wahyudin malah emosi. Ia meminta wartawan mengeluarkan kartu pers. Padahal, selama ini kartu tanda pengenal khusus itu resmi dikeluarkan panitia pelaksana (panpel) Persib.
"Kartu persnya mana. Ambil," ujarnya memerintah wartawan Koran Seputar Indonesia, Raka. Padahal, Raka yang keseharianya meliput Persib ini dilengkapi kartu tanda khusus. Tak hanya Raka, wartawan olah raga lainnya yakni Dani Wihara juga terkena 'semprot'.
"Mana wartawan 'muntaber'. Mana," teriak Wahyudin.
Kontan saja hal tersebut membuat bingung wartawan. Mereka tidak menyangka terjadi situasi tersebut. Sejurus kemudian, Sekretaris Panpel Budi Bram serta Manajer Persib Umuh Muhtar segera menghampiri Wahyudin. Suasana pun kembali tenang. (bbp/avi)










































