Sementara itu hormon di dalam tubuh In diketahui normal. Hal itu membantah dugaan awal di mana pihak keluarga sempat mengatakan bahwa In memiliki kelebihan hormon. Tes hormon sendiri dilakukan di RS Pramitra.
Usai mendapatkan hasil tes kromosom pada Selasa (1/2/2011) dan tes hormon pada Rabu (2/2/2011), In dibawa ke RS Hasan Sadikin (RSHS) siang tadi, Jumat (4/2/2011). Damin (26), ayah In, datang bersama In untuk memberikan hasil tes kromosom dan tes homon. Setelah diberikan, Damin baru mengetahui bahwa anaknya memiliki gen perempuan.
"Kata dokter, gen anak saya katanya perempuan. Itu dilihat dari hasil tes kromosom. Kalau hormonnya normal," ujar Damin saat ditemui di RSHS, Jalan Pasteur, Jumat (4/2/2011).
Di RSHS, In sempat diminta oleh bagian poliklonik urologi untuk melakukan tes darah dan rontgen dada. Namun, hal itu urung dilakukan karena tempat untuk melakukan tes darah dan rontgen dada sudah tutup.
Damin dan In datang ke dua tempat tersebut sekitar pukul 14.45 WIB. Padahal di loket pendaftaran, seharusnya kedua loket itu tutup pukul 15.00 WIB.
"Ya, paling senin ke sini lagi untus tes darah sama rontgen dada. Padahal saya sudah ada di sini dari jam 08.00 WIB, antrenya lama," keluhnya.
Dijelaskannya, jika tes darah dan rontgen dada sudah dilakukan, maka hasilnya akan dibicarakan dulu oleh tim dokter RSHS apakah In harus segera dioperasi atau tidak.
"Nanti katanya kalau sudah ada hasilnya, dokter harus koordinasi lagi," terangnya.
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Rudy Kurniadi Kadarsyah mengatakan tes darah dan rontgen dada perlu dilakukan. Hal itu untuk melihat kondisi kesehatan In
"Takutnya harus ada tindakan lain yang dilakukan, seperti operasi misalnya. Atau dilihat kemungkinan ada penyakit paru-paru. Makanya perlu dirontgen dan tes darah. Karena pada anak rentan terkena penyakit infeksi," paparnya.
In, dilahirkan sebagai perempuan. Namun pada saat dia berusia 4 tahun, di antara celah vaginanya tumbuh penis. Awalnya kecil, namun lama menjadi memanjang hingga 5 cm. Untuk normal kembali, In harus menjalani operasi. Menurut pihak keluarga, sesuai keterangan dokter, In minimal harus melewati empat kali operasi. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 60 juta untuk empat kali operasi. Redaksi tengah menggalang dana bagi bocah malang In. Bagi Anda yang akan menyumbang, bisa menyalurkannya pada kami.
(ors/ern)











































