Hal itu dilontarkan Yayan, warga Bandung, yang adiknya bernama Waras Winarno, tengah menempuh pendidikan S2 di Al Azhar. Kepada detikbandung, Selasa (1/2/2011), Yayan mengatakan jika adiknya di Mesir bersama istri dan anaknya yang masih berusia 2 tahun.
"Saya baca dari berita jika pemerintah akan segera mengevakuasi WNI di Mesir. Saya sangat mengapresiasi sekali hal itu. Saya berharap pemerintah segera mengumumkan siapa saja yang masuk dalam penerbangan kloter pertama dan seterusnya," ujar Yayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak krisis politik pecah di Mesir, lanjut Yayan, keluarga besarnya sangat cemas. Terlebih pihak keluarga sangat sulit berhubungan dengan Waras. "Tadi pagi alhamdulilah saya dan adik saya bisa berhubungan melalui telepon, ya sekitar 15 menit. Email soalnya sudah tak bisa," katanya.
Menurut informasi terakhir Waras, kata Yayan, kondisi di Mesir tepatnya Kairo sangat mencekam. "Adik saya dan WNI yang ada di sana berhati-hati. Mereka tak berani keluar rumah, karena ada kabar warga negara Malaysia terkena peluru nyasar saat di Alexandria," ungkapnya.
Karena itu, kata Yayan, persediaan makanan di rumah sudah sangat menipis. "Katanya akan segera disalurkan logistik dari kedutaan bagi WNI yang terjebak dalam rumah," tutur Yayan.
Saat ini Pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 untuk mengevakuasi WNI di Mesir sudah tiba di Jeddah untuk transit. Garuda akan mempercepat transit di Jeddah dan langsung berangkat ke Kairo sekitar pukul 16.00 waktu Jeddah. Garuda akan meninggalkan Kairo pukul 20.00 dan tiba di Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu 2 Februari besok.
(ern/ern)










































