Akankah Nasib Persib Sama Seperti Juli 2008?

Bobotoh Rusuh

Akankah Nasib Persib Sama Seperti Juli 2008?

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 24 Jan 2011 14:25 WIB
Bandung - Aksi kerusuhan bobotoh di Stadion Siliwangi pada laga Persib kontra Arema Indonesia, Minggu (23/1/2011), mengingatkan kejadian serupa tiga tahun silam atau Juli 2008. Kala itu, tarung Persib menjamu Persija dalam Liga Super Indonesia (LSI), berlangsung rusuh.

Persib ditekuk Persija di hadapan bobotoh dengan skor 2-3. Kecewa tim Maung Bandung tumbang menghadapi musuh bubuyutannya itu, oknum bobotoh mengamuk. Batu dan kayu berseliweran ke arah lapangan. Aksi anarkis berlanjut di luar stadion. Oknum bobotoh merusak sejumlah mobil berplat B atau Jakarta  

Kubu Persib terkena imbas dari peristiwa tersebut. Hukuman tegas diberikan Komdis PSSI berupa larangan bobotoh menggunakan atribut Persib selama satu tahun. Bahkan, Polda Jawa Barat tidak mengeluarkan izin pertandingan kandang dalam sisa pertandingan Persib. Tim Persib pun harus pindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dalam sisa pertandingan kandang di kompetisi lalu.

Pada LSI 2011 ini, bobotoh sangat menantikan Eka Ramdani cs tampil di Stadion Siliwangi. Tidah hanya bobotoh, para punggawa Persib pun merindukan bisa bertarung lagi di stadion yang lokasinya berada di pusat Kota Bandung. Para pendukung pun berjanji tak berbuat onar dan merugikan Persib.

Namun, lagi-lagi kerusuhan terjadi pada Minggu (24/1/2011) malam. Oknum bobotoh beraksi beringas. Hasil seri 1-1 antara Persib dan Arema disambut rusuh.

Bisa jadi, kini Persib terancam tak diizinkan menggunakan Stadion Siliwangi saat melakoni pertandingan kandang. Ini berkaca dari kasus serupa sebelumnya. Tentu kerugian hinggap di benak Nova Arianto cs. Bobotoh yang selama ini tertib pun dililit rasa kecewa berat.

Ketidakpuasan terhadap perangkat pertandingan, kerap memancing gejolak saat 22 pemain tampil di lapangan hijau. Antuasiasme penonton yang awalnya riuh renyah dengan yel-yel dukungan bisa berubah seketika. Kekecewaan terhadap kinerja wasit kerap memicu dan memancing suporter berulah anarkis.

Namun begitu, aksi berlebihan bobotoh yang berlanjut rusuh sangat disayangkan semua pihak. Kedewasaan fanatisme bobotoh belum teruji. Petugas keamanan pun dinilai terlalu reaktif sehingga berujung sikap perlawanan dari bobotoh.

Kecewa. Satu kata yang mewakili gambaran kondisi tim Maung Bandung pasca kerusuhan. Kecewa itupula yang kini membelenggu di benak para pecinta Persib. Selagi penampilan Persib dalam kompetisi LSI tahun ini merosot, manajemen giat berbenah. Namun obat pemulihnya keburu lenyap setelah kembali sakit terkena imbas rusuh.

Wacana muncul apabila Persib akan hengkang dari LSI dan menyeberang ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Wagub Jabar Dede Yusuf pun siap mendukung langkah tersebut. Lontaran sama meluncur dari para bobotoh. Namun, apakah semua itu bakal menjadi solusi terbaik bagi prestasi Persib? Atau apa menjamin bobotoh tidak ribut-ribut lagi? Atau lagi perangkat pertandingannya bisa berkualitas?

Dalam kondisi saat ini, saling lempar kesalahan biasa terjadi. Pasca kerusuhan laga Persib versus Arema, berbagai pihak harus saling mendingingkan kepala. Perlu segera ambil keputusan terbaik. Jangan terulang lagi kasus serupa. Pendukung setia mesti menerima apapun hasil pertandingan tanpa embel-embel rusuh.

Ucapan klasik pun terlontar, "Ambil hikmahnya....."
(bbp/ern)


Berita Terkait