Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengaku sangat kecewa dengan hasil laga Persib kontra Arema Indonesia di Stadion Siliwangi, Minggu (23/1/2011) malam. Dede menilai PSSI sebagai wadah yang menaungi Liga Super Indonesia (LSI) belum bisa menciptakan pertandingan berkelas dan fairplay.
"Kecewa saya," ungkap Dede saat berbincang dengan detikbandung sesaat setelah pertandingan dilanjutkan kembali.
Kekecewaan yang dimaksud Dede ini ditujukan kepada perangkat pertandingan. "Bukan sama permainan tim. Tapi dengan perangkat pertandingan. Seharusnya bisa lebih berkelas dengan didukung perangkat pertandingan yang berkelas pula," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan semalam, Persib Bandung versus Arema Indonesia berakhir dengan skor 1-1. Di babak kedua, pertandingan sempat dihentikan wasit yang dipimpin Njamudin, karena bobotoh mengamuk. Batu, botol minuman dan petasan pun dilemparkan para bobotoh yang marah karena pertandingannya dihentikan dalam kondisi Persib tertinggal satu gol.
Panitia, petugas keamanan dan manager Persib turun tangan untuk menenangkan penonton. Saat itu pertandingan pun dilanjutkan. Namun bobotoh kembali murka kala pertandingan dengan semena-mena dihentikan wasit. Tanpa ada extra time, wasit meniupkan peluit panjang. Padahal berdasarkan catatan waktu yang dipantau Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis, waktu pertandingan masih menyisakan tiga menit.
Inilah yang memicu bobotoh berulah lagi. Pintu keluar stadion dijaga ribuan bobotoh. Mereka mencari wasit yang memimpin pertandingan. Tak berhasil mendapatkan apa yang mereka cari, bobotoh pun merusak beberapa fasilitas stadion. Kanopi yang menghubungkan pintu masuk ke lapangan dirusak. Tak hanya itu, beberapa kursi di VIP juga dirusak.
(afz/bbp)











































