Untuk menyembuhkan penyakitnya, pihak keluarga sudah membawa In ke beberapa dokter dan rumah sakit, dan akhirnya divonis menderita hipospadia (suatu kondisi di mana pembukaan uretra terletak pada bagian bawah dan bukan di ujung penis-red).
Pertama kali In dibawa ke RS Al Ikhsan di Baleendah, karena rumah sakit itu tidak sanggup, In kemudian dirujuk ke RS Hasan sadikin, selain ke RSHS, In juga diperiksa di RS Rajawali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut ayah In, Daman (26), selama menjalani pengobatan dan pemeriksaan, pihaknya sudah mengluarkan uang lebih dari Rp 10 juta. Di RS Rajawali, di sana In melakukan pemeriksaan kromosom, sementara di RSHS ia diperiksa di bagian urologi.
"Hasil pemeriksaan dari RS rajawali, sampai sekarang belum ada, katanya sih 2 minggu. Hasilnya nanti dibawa ke RSHS dan dilakukan operasi. Sementara biaya yang sudah kita keluarkan sudah lebih dari 10 juta," tutur Daman.
Menurut dia, hingga saat ini In belum menjalani operasi. Dari 3 RS yang pernah didatangi, In hanya menjalani pemeriksaan dan rawat inap.
"Kalau operasi kemungkinan di RSHS, mudah-mudahan anak saya bisa dioperasi secepatnya," ujar Daman.
(avi/ern)











































