Wali Kota Pasrah Pembangunan SUS Gedebage Molor

Wali Kota Pasrah Pembangunan SUS Gedebage Molor

- detikNews
Senin, 17 Jan 2011 18:26 WIB
Bandung - Wali Kota Bandung Dada Rosada menginginkan pembangunan SUS Gedebage selesai Desember 2011. Namun, ia kembali menyatakan ada beberapa kendala sehingga pembangunan SUS Gedebage diperkirakan molor dari target semula.

"Kita sudah minta penjelasan dari perencana, konsultan pengawas, dan pihak lainnya. Semua mengakui keterlambatan ini dikarenakan berbagai hal, antara lain cuaca," kata Dada kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Senin (17/1/2011).

Secara pribadi, ia menginginkan pembangunan selesai Desember 2011. Namun, jika situasinya tidak memungkinkan dan terkesan dipaksakan,  Dada memilih pasrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkot pun memberikan batas waktu hingga Juni 2012 untuk penyelesaian stadion tersebut jika curah hujan tahun ini masih tinggi. "Saya inginnya tahun ini. Tapi tergantung Pemprov Jabar juga keuangannya. Kalau penganggarannya sesuai dari kita 40 persen Pemkot Bandung dan 60 persen Pemprov Jabar, tapi tergantung cuacanya juga," jelasnya.

Senada dengan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda saat meninjau pembangunan SUS Gedebage beberapa waktu lalu, Dada mengungkapkan hal sama. Di mana keterlambatan pembangunan diakibatkan cuaca yang jelek yakni curah hujan yang mencapai 6 persen dalam setahun selama 2010.

"Sampai hari ini, yang harusnya pembangunan mencapai 25 persen, baru 17 persen saja. Kenapa? Ini karena cuaca. Kondisi tanah di situ juga lembek," terangnnya.

Sementara terkait lembeknya struktur tanah di lokasi pembangunan  SUS Gedebage, hal itu memerlukan penanganan khusus. Untuk memperkuat struktur tanah, diperlukan penimbunan dengan tanah setinggi 3 meter.

"Kalau tidak ditimbun, tiang pancang nantinya bisa miring. Kalau sudah miring, itu harus dicabut dan susah sekali mencabutnya," jelas Fores Jieprang, konsultan perencana SUS Gedebage saat ditemui di tempat yang sama.

Ia menyatakan, pembangunan bisa molor karena tergantung cuaca dan proses penimbunan. Hingga saat ini, proses penimbunan masih berjalan.

"Kalau tidak ditimbun, dalam 20 tahun ke depan tanahnya pasti akan turun, makanya perlu ditimbun. Perlu waktu (tambahan). Yang terpenting bisa dipertanggungajawabkan," paparnya.

(ors/avi)


Berita Terkait