Ketua DPE Bandung Herman Muchtar mengatakan draft berisi tiga alternatif penataan PKL Gasibu akhir bulan ini akan diseminarkan di depan dewan, Pemkot, warga serta pedagang.
"Butuh waktu empat bulan untuk menentukan lokasi mana yang cocok," ujarnya usai pertemuan dengan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda di Balai Kota, Jalan Wastukencana, Senin (17/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opsi kedua, pedagang ditempatkan di Lapangan Gasibu, Jalan Sentot Alibasah serta Jalan Diponegoro mulai dari traffic light Cimandiri sampai ke RRI.Β Sementara untuk parkir dari Cimandiri hingga belakang Gedung Sate selatan dilanjutkan sampai pintu masuk gedung belakang timur.
Opsi ketiga, lapang dikosongkan dari pedagang. Mereka berjualan di Jalan Sentot Alibasah, Jalan Diponegoro mulai Gasibu hingga RRI. Tak hanya itu, para pedagang juga bisa berjualan di Jalan Cisangkuy dan Cilaki. Sedangkan parkir dari Jalan Cimandiri hingga belakang Gedung Sate selatan dilanjutkan sampai pintu masuk gedung belakang timur.
Sementara itu Ayi menyatakan PKL di Gasibu akan menjadi potensi wisata baru dan bisa berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.
Mulai Minggu depan, 23 Januari 2011, Jalan Surapati akan steril dari pedagang kaki lima (PKL) dadakan Gasibu. "Untuk tanggal 23 januari, Jalan Surapati yang menghubungkan flyover Pasupati steril dari PKL," ujarnya.
(bbp/ern)











































