Sore Ini, Warga Akan Geruduk Kampus IPDN

Jatinangor Digoyang Isu SARA

Sore Ini, Warga Akan Geruduk Kampus IPDN

- detikNews
Minggu, 16 Jan 2011 13:57 WIB
Sore Ini, Warga Akan Geruduk Kampus IPDN
Bandung - Warga Jatingangor yang tergabung Aliansi Masyarakat Sunda akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus IPDN, Jalan Raya Jatinangor-Sumedang, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (16/1/2011) . Rencananya massa akan datang dari 12 perwakilan desa, LSM, dan tokoh masyarakat.

Diperkirakan massa yang akan datang lebih dari 2 ribu orang. Menurut penanggung jawab aksi Dudi Supardi, aksi akan dilakukan dengan menampilkan kesenian Sunda.

"Ada keinginan dari masyarakat untuk melakukan presure kepada IPDN sebelum pertemuan nanti malam. Massa yang datang lebih 2 ribu dan akan menampilkan beragam kesenian sunda," ujar Dudi saat ditemui di Kantor Desa Cikeruh, Jalan Kolonel Achmad Syam, Minggu (16/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuan menggelar aksi, adalah untuk menunjukkan identitas masyarakat Sunda yang sebenarnya. Hal itu dilakukan untuk menanggapi isu SARA yang berhembus beberapa hari terakhir di Jatinangor.

"Kami ingin menunjukkan, seperti apa masyarakat Sunda itu," katanya.

Dudi mengatakan, sebelum melakukan aksi massa akan berkumpul di Saung Budaya Sunda (Sabusu) sebelum bergerak bersama ke depan kampus IPDN. Sambil berjalan kaki, mereka akan menampilkan berbagai macam budaya Sunda. Ia menambahkan, malam ini akan digelar pertemuan antara aliansi masyarakat sunda, perwakilan IPDN serta perwakilan pihak lain untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pertemuan tersebut antara lain akan dihadiri Kapolres Sumedang, Dandim Sumedang, dan Rektor IPDN.

Warga di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilanda isu tak sedap yang berhembus dari kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Isu itu menyebutkan kalau Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi menghina orang Sunda. Warga pun mendesak Nyoman meminta maaf.

Isu dari SMS itu mulai menyebar luas pada Rabu (12/1/2011). Informasi yang dihimpun Nandang, SMS itu muncul setelah adanya kabar Nyoman berucap kalimat yang menyinggung orang Sunda. Perkataan Nyoman itu kabarnya dilakukan saat memberi sambutan di hadapan banyak orang dalam acara 'Evaluasi Kinerja di Lingkungan IPDN' di Kampus IPDN Sumedang, Rabu (12/1/2010).
(tya/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads