Empat hari ini warga di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilanda isu tak sedap yang berhembus dari kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Isu itu menyebutkan kalau Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi menghina orang Sunda. Warga pun mendesak Nyoman meminta maaf.
Camat Jatinangor Nandang Suparman mengatakan isu penghinaan itu menyebar ke ponsel paa warga via short message service (SMS) atau pesan singkat. "Inti isinya mengatakan kalau Rektor IPDN telah mendiskreditkan orang Sunda," jelas Nandang saat dihubungi detikbandung via ponsel, Sabtu (15/1/2011).
Ia mengatakan, SMS itu mulai menyebar luas pada Rabu (12/1/2011). Informasi yang dihimpun Nandang, SMS itu muncul setelah adanya kabar Nyoman berucap kalimat yang menyinggung orang Sunda. Perkataan Nyoman itu kabarnya dilakukan saat memberi sambutan di hadapan banyak orang dalam acara 'Evaluasi Kinerja di Lingkungan IPDN' di Kampus IPDN Sumedang, Rabu (12/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Sunda yang sakit hati di kawasan tersebut, kata Nandang, mencoba mencari tahu kebenaran hal tersebut. Pada Kamis (13/1/2011), Nandang mendatangi kampus IPDN dan bertemu Nyoman. "Saat itu saya mencari tahu langsung dan ingin menjawab kebenaran SMS itu kepada Nyoman. Dan jawaban Nyoman mengaku tidak mengucapkan menghina orang Sunda," tutur Nandang.
Pada Kamis malam sejumlah orang dari Forum Komunikasi Masyarakat Sunda (FKMS) Jatinangor melakukan unjuk rasa di kampus IPDN. "Saat Jumat kemarin, sejumlah tokoh masyarakat, LSM melakukan pertemuan. Mereka meminta Rektor IPDN untuk meminta maaf dan mundur dari jabatannya," terang Nandang.
(bbp/ern)











































