Menurut Hakim, hingga saat ini baru di kalangan terbatas saja informasi tentang 4 mantan Kepala Observatorium Bosscha yang jadi nama asteroid beredar.
"Kita low profile. Yang tahu baru sebatas lingkungan ITB dan ilmuwan," ujar Hakim kepada wartawan saat ditemui di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Jumat (14/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya menambahkan, pemberian nama asteroid pada 4 mantan Kepala Observatorium Bosscha itu tak dianggap sebagai penghargaan pada individu.
"Pemberian nama itu mewakili astronomi di Indonesia secara umum dan juga Bosscha. Keempat orang itu menilai kalau ini bukan sebagai penghargaan individu. Dengan adanya hal ini, semoga pemerintah Indonesia terus mendukung dan menumbuhkembangkan astronomi. Sebab adanya penamaan asteroid yang dari mantan berarti diakui di mata dunia," katanya.
(tya/ern)










































