Menurut Ketua Koni Jabar Azis Syarif, pihaknya akan terus memberikan dorongan kepada Federasi Aerosport Indonesia (FASI Jabar) untuk terus melakukan pembinaan, sehingga atlet yang bertarung di PON 2012 mendatang bisa mencapai target.
"KONI akan terus mendorong FASI untuk terus melakukan pembinaan agar jam terbang atlet bertambah. Yang tadinya 5 menjadi 9," kata Azis usai berkunjung ke FASI Jabar di Lanud Sulaiman dalam rangka persiapan menghadapi PON 2012, Jumat (14/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengkaderanya sendiri terbilang sulit karena termasuk olahraga mahal dan sarana serta prasarana yang terbatas.
"Kita dapat bantuan pembinaan dari TNI AU untuk pengkaderan ini. Kita sendiri dari KONI sangat sulit untuk melakukan pengkaderan karena olahraga ini malah selain itu sarananya terbatas. Mau tidak mau harus melalui TNI-AU," ujarnya.
Menurut Azis, di Lanud Sulaiman sendiri memiliki sarana memadai untuk melatih olahraga Dirgantara. Seperti untuk Aeromodeling, Terjun Payung, gantole dan Paralayang.
Sementara itu, Danlanud Sulaiman yang juga ketua FASI Jabar Kol PNB Butomo mengatakan fasilitas di Sulaiman diakuinya cukup memadai, sehingga para atlet bisa menggunakan landasan yang ada di Lanud Sulaiman.
"Misalnya ada gantole. Pada kondisi normal harus dari bukit kan, kalau di sini bisa ditarik, termasuk pesawat trike," terangnya.
Dia menambahkan, khusus untuk pembinaan atlet ia akan terus berkoordinasi dengan KONI Jabar. "Kalau konteksnya PON nanti kita koordinasi lagi. Yang jelas untuk sekarang, kita intensif latihan sehingga prestasi yang ditargetkan bisa tercapai.
Sementara dalam kunjungannya Aziz sempat diperlihatkan atraksi pesawat aeromodeling, gantole, dan pesawat trike.
(avi/ern)











































