8 Tersangka Terisak Saat Dinasehati Bupati Alor

Pemuda vs Warga Cipadung

8 Tersangka Terisak Saat Dinasehati Bupati Alor

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 17:40 WIB
Bandung - Usai menyampaikan permintaan maaf kepada warga Cipadung dan bertemu keluarga korban, Wakil Bupati Alor (salah satu kabupaten di Provinsi NTT), Jusran M Tahir, berkesempatan bertemu 8 dari 11 tersangka di Mapolrestabes Bandung, Kamis (13/1/2011). Jusran pun langsung menasehati mereka yang terlibat penyerangan kepada warga Cipadung.

8 pemuda asal NTT yang berstatus mahasiswa itu dibawa dari ruang tahanan ke salah satu ruangan rapat di Mapolrestabes Bandung. Sementara tiga tersangka lainnya sedang menjalani pemeriksaan.

"Tadi saya sudah bertemu dengan mereka. Intinya saya katakan kalau masalah ini harus dihadapi dengan jiwa  besar," ujar Jusran usai bertemu para tersangka itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disinggung soal pendampingan pengacara untu para tersangka, Jusran menjawab akan melakukannya. Dia pun berkata tetap mengikuti prosedur yang berlaku di Polrestabes Bandung.

"Bagaimanapun juga proses hukum harus terus dijalankan," terangnya.

Jusran datang sekitar pukul 14.30 WIB dan menemui mereka sekitar 30 menit. Kedelapan tersangka itu tak mampu membendung kesedihan. Mereka tampak terisak saat mendengar nasehat dari Jusran. Selesai bertatap muka, para pemuda itu satu persatu memeluk erat tubuh Jusran.

Rabu malam (5/1/2011), sekitar pukul 20.00 WIB, seorang pemuda bernama Ridwan (19), asal NTT yang tengah menyebrang tersenggol motor yang dikendarai dua pemuda, yang muncul dari Jalan Kujang, samping kampus UIN Bandung.

Spontan, Ridwan mengeluarkan kata-kata kotor sehingga terjadi cekcok di antara mereka. Tak lama kemudian, teman-teman dari pengendara motor datang dan mengeroyok Ridwan.

Namun tak lama kemudian, datang sekitar 30 lebih teman Ridwan dan berkumpul di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD). Petugas Polsek Panyileukan  yang mendengar info keributan daatang menenangkan situasi.

Setalh dirasakan aman, polisi pun meninggalkan kampus UIN SGD. Namun ternyata, puluhan pemuda asal NTT itu merangsek ke perkampungan dan menyerang rumah Odang (68). Mereka mengira orang yang telah menganiaya Ridwan ada di rumah tersebut. Belakangan diketahui jika dugaan itu salah.

Akibat penyerangan mendadak ke rumah Odang, empat penghuni rumah luka-luka, salahsatunya adalah anak kecil, Awaludin (5), yang luka sobek di bagian kepala hingga harus dijahit 10 jahitan. Sementara tiga korban lainnya adalah Ihsan (28), Dadi Rustia (32), dan Ventiani (16).

Polrestabes Bandung sudah menetapkan 11 tersangka yang semuanya ialah para pemuda pelaku penyerangan ke warga Cipadung. Semuanya merupakan mahasiswa UIN asal NTT.

(bbp/avi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini