Saat dikunjungi, hanya ada dua korban yang kebetulan berada di rumah, yaitu Ikhsan (23) dan Awaludin (5).
"Dalam hati yang terdalam saya secara pribadi dan pemerintah meminta maaf kepada bapak dan ibu dan juga korban," ujarnya di rumah Odang, Cipadung, Kamis (13/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu juga, Jusran memasangkan kain tenun daerah yang dinamakan Samba, ke Odang dan istrinya.
Sebeumnya Jusran meminta maaf kepada warga Cipadung dan aparat pemerintah setempat atas kejadian penyerangan dan penganiayaan terhadap keluarga Haji Odang (68) yang dilakukan oleh puluhan pemuda asal NTT, Rabu (5/1/2011).
Akibat penyerangan mendadak ke rumah Odang, empat penghuni rumah luka-luka, salah satunya adalah bocah berusia lima tahun bernama Awaludin yang luka sobek di bagian kepala hingga harus dijahit 10 jahitan. Sementara tiga korban lainnya adalah Ihsan (28), Dadi Rustia (32), dan Ventiani (16).
Polrestabes Bandung sudah menetapkan 11 tersangka yang semuanya ialah para pemuda pelaku penyerangan ke warga Cipadung.
(ern/avi)











































