Aksi Memanas, Mahasiswa Sweeping Ruang Kuliah

Demo Poltek Telkom

Aksi Memanas, Mahasiswa Sweeping Ruang Kuliah

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2011 12:48 WIB
Aksi Memanas, Mahasiswa Sweeping Ruang Kuliah
Bandung - Bersikukuh agar tuntutannya dipenuhi, aksi demo ratusan mahasiswa Poltek Telkom semakin memanas. Mereka pun melakukan aksi sweeping ruang kelas untuk mencari mahasiswa yang sedang kuliah.

"Hari ini kita boikot kuliah. Kita perjuangkan hak-hak kita sebagai mahasiswa," teriak Presiden Mahasiswa Poltek Telkom, Geni Isno Murti dalam orasinya di halaman kampus Poltek Telkom, Jalan Telekomunikasi, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Selasa (11/1/2011).

Beberapa orang mahasiswa langsung merangsek masuk ke dalam kampus dan langsung menuju beberapa ruang kuliah yang saat itu sedang ada mahasiswanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita minta teman-teman dukung perjuangan kita," ucap salah seorang mahasiswa yang ikut demo saat mengajak mahasiswa yang tengah kuliah tersebut.

Aksi pun semakin memanas. Seorang mahasiswa membakar satu brosur Poltek Telkom. Tak lama satu ban mobil bekas yang sebelumnya sudah disiapkan kemudian dibakar di tengah mahasiswa.

'Halo-halo Bandung' pun bergema. Tak lama setelah itu beberapa mahasiswa pun melempar uang receh ke tengah area demo.

Sempat juga terjadi aksi pengembosan ban mobil para dosen yang terparkir tak jauh dari lokasi demo tersebut.

"Giliran kita orasi menyampaikan aspirasi tidak ada yang mengawasi. Tapi mobil-mobilnya diawasi," ketus salah seorang mahasiswa.

Saat ini pihak managemen Poltek Telkom tengah menggelar rapat guna membahas tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.

Sebelumnya, dalam aksinya para mahasiswa mengajukan 16 pasal tuntutan. Di antaranya adalah transparasi akreditasi Prodi Teknik Komputer yang mendapatkan nilai C. Berikutnya mahasiswa menuntut untuk nominal sumbangan pendidikan semester 6 mahasiswa angkatan 2008 adalah sesuai dengan apa yang tertulis dalam surat edaran pertama ke orang tua mahasiswa. Yakni senilai Rp 200 ribu per SKS. Bukan Rp 5 juta per semester.

"Kita akan bertahan sampai semua tuntutan direalisasi. Tapi kita juga realistis menyikapinya. Tidak semua tuntutan harus dipenuhi hari ini, saat ini juga. Seperti pembangunan lab atau inkubator IT, itu kan tidak mungkin dalam waktu singkat. Tapi kita akan kawal terus semua tuntutan kami sampai semuanya dipenuhi," kata Geni.

Aksi ini juga mendapatkan pengawalan polisi. Tampak beberapa orang polisi berjaga di pintu gerbang kampus.

(afz/avi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads