"Hari ini kita boikot kuliah. Kita perjuangkan hak-hak kita sebagai mahasiswa," teriak Presiden Mahasiswa Poltek Telkom, Geni Isno Murti dalam orasinya di halaman kampus Poltek Telkom, Jalan Telekomunikasi, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Selasa (11/1/2011).
Beberapa orang mahasiswa langsung merangsek masuk ke dalam kampus dan langsung menuju beberapa ruang kuliah yang saat itu sedang ada mahasiswanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pun semakin memanas. Seorang mahasiswa membakar satu brosur Poltek Telkom. Tak lama satu ban mobil bekas yang sebelumnya sudah disiapkan kemudian dibakar di tengah mahasiswa.
'Halo-halo Bandung' pun bergema. Tak lama setelah itu beberapa mahasiswa pun melempar uang receh ke tengah area demo.
Sempat juga terjadi aksi pengembosan ban mobil para dosen yang terparkir tak jauh dari lokasi demo tersebut.
"Giliran kita orasi menyampaikan aspirasi tidak ada yang mengawasi. Tapi mobil-mobilnya diawasi," ketus salah seorang mahasiswa.
Saat ini pihak managemen Poltek Telkom tengah menggelar rapat guna membahas tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.
Sebelumnya, dalam aksinya para mahasiswa mengajukan 16 pasal tuntutan. Di antaranya adalah transparasi akreditasi Prodi Teknik Komputer yang mendapatkan nilai C. Berikutnya mahasiswa menuntut untuk nominal sumbangan pendidikan semester 6 mahasiswa angkatan 2008 adalah sesuai dengan apa yang tertulis dalam surat edaran pertama ke orang tua mahasiswa. Yakni senilai Rp 200 ribu per SKS. Bukan Rp 5 juta per semester.
"Kita akan bertahan sampai semua tuntutan direalisasi. Tapi kita juga realistis menyikapinya. Tidak semua tuntutan harus dipenuhi hari ini, saat ini juga. Seperti pembangunan lab atau inkubator IT, itu kan tidak mungkin dalam waktu singkat. Tapi kita akan kawal terus semua tuntutan kami sampai semuanya dipenuhi," kata Geni.
Aksi ini juga mendapatkan pengawalan polisi. Tampak beberapa orang polisi berjaga di pintu gerbang kampus.
(afz/avi)











































